26 September 2022
Tampil Apik, Siswa Kelas 9A MTsN 2 Bantul Bawakan Ceramah Rutin Kamis Siang. (tim doc)

Tampil Apik, Siswa Kelas 9A MTsN 2 Bantul Bawakan Ceramah Rutin Kamis Siang. (tim doc)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Pembiasaan rutin siswa sesudah Sholat Dhuhur berjamaah di Mushola Raudhatul ‘Ulum MTsN 2 Bantul Kamis siang adalah berceramah/kultum. Setiap kelas mengirimkan perwakilan 1 atau 2 siswa untuk tampil memberikan ceramah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kamis (1/9) jadwal penceramah adalah kelas 9A yang diwakili oleh Miftakhul ‘Ulum. Tidak seperti sebelum-sebelumnya yang tampil biasanya adalah siswa putri, kali ini yang tampil lain dari yang lain yaitu siswa putra, tampil sendiri membawakan ceramahnya.

Miftakh tampil dengan percaya diri dan menyampaikan ceramah yang berjudul LUPA, suatu ‘penyakit’ yang menghinggapi hampir semua manusia. “Tidak ada orang yang tidak pernah lupa, baik itu dalam hal yang penting maupun biasa saja. Kalau sudah bilang ‘Lupa’, maka harus dimaklumi dan sulit dibantah. ‘Lupa’ kadang membuat kita jengkel, kecewa, marah, frustasi, putus asa bahkan bisa menjadikan stress. Lebih-lebih jika kita sudah lupa diri, lupa mengenal diri kita sendiri. Ini pasti sudah ‘parah’,” ungkapnya.

Lebih lanjut Miftakh menyampaikan tips untuk melawan lupa. “Ada beberapa tips melawan lupa yaitu membiasakan hidup teratur, membuat agenda sederhana, membuat catatan kecil, menyediakan tempat khusus, dan meluangkan waktu sejenak untuk berpikir dan merenung. ‘Lupa’ adalah ‘sandangannya’ manusia, tapi kalau terlalu banyak lupa, yooo ‘kebangeten’….Ayoooo…. Kita melawan ‘Lupa’,” pungkasnya.

Tugiyo, Waka Kesiswaan MTsN 2 Bantul mengatakan, “Di madrasah kami, peserta didik dibiasakan Sholat Dhuhur berjama’ah setiap hari kecuali hari Jumat dan khusus hari Kamis program ceramah singkat (kultum) usai sholat”. “Alhamdulillah, pelaksanaan ceramah rutin tiap hari Kamis bisa berjalan dengan baik. Siswa kita bisa tampil percaya diri membawakan kultum di hadapan para jemaah. Pembiasaan positif ini bertujuan untuk melatih anak didik kita agar berani berbicara di depan umum. Saya yakin dengan latihan yang konsisten anak-anak kita pasti mampu menghipnotis seluruh jamaah yang hadir,” imbuhnya. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.