Ekspresif dengan penuh penghayatan Shifa tampil dalam perfom kirab budaya. (Dok.nfa) 

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Lagi, masih dalam suasana kirab budaya, Kamis (22/02/2024). Kali ini tim publikasi mengulik terkait makna atau filosofi tarian dari Shifa kelas VIII D yang dipentaskan dalam perfom kirab budaya. 

Menurut informasi dari Nur Faiqoh yang merupakan wali kelas Shifa itu, Shifa memang mempunyai bakat di seni tari. Untuk suguhan perfom kali ini Shifa sang titik central dari kelas VIII D ini hanya berlatih 2 kali. Karena kesibukan sekolah dan juga membuat perlengkapan untuk kirab budaya ini. 

Kendati penari cilik ini sibuk, ia tetap giat berlatih. Nur Faiqoh menjelaskan pada tim publikasi terkait filosofi tarian Shifa, “jadi, Shifa membawakan tarian tentang Tari putri Retnaningsih. Tarian ini bercerita tentang gambaran sekelompok Prajurit Raden Ayu Putri Retnaningsih, istri Pangeran Dipanegara. Saat itu putri tersebut sedang berlatih dan menggembleng diri tentang olah kanuragan dan tentang olah keterampilan perang, serta kesekmataan diri guna mempersiapkan dan untuk menjaga kedaulatan serta mempertahankan keutuhan wilyah,” terang Nur Faiqoh secara gamblang.

Siswa putra membawa hand flare, bagian dari tarian. (Dok.nfa) 

Tim publikasi juga bertemu dengan Shifa, Shifa lantas menambahkan filosofi tariannya, “namun dalam penampilan nya muncul sosok wanita dengan kencantikkan, keluwesan serta tampil dengan kelincahan, kelenturan, ketegasan dan kewibawaan saduwubaduk, senyawe bumi, rawe-rawe rantas malang malang putung mengambarkan sekelompok prajurit perempuan, ” jelasnya lugas. Tarian Shifa kemudian ditutup dengan serbuan siswa putra sembari membawa hand flare yang berwarna warni. (dee) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.