Guru MTsN 2 Bantul Membeli Buku Antologi Siswa. (dok: pribadi)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Literasi merupakan salah satu program yang dihimbau untuk terus digeliatkan oleh masyarakat maupun instansi, terutama sekolah. Para siswa hendaknya dibekali kemampuan literasi yang baik agar mampu memahami beragam informasi di sekelilingnya dengan cepat dan tepat. Hal ini tentu tak dapat diperoleh begitu saja apabila tanpa upaya pembiasaan literasi yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan. 

Salah satu upaya yang sering dilakukan adalah program membaca dan menulis. Untuk dapat menulis sebuah karya fiksi maupun karya nonfiksi tentu harus telah memiliki bekal membaca dan menuangkan gagasan dengan baik. Hal ini tidak bisa dilakukan secara instan. Siswa membutuhkan pembinaan intensif dari para guru penggerak literasi di sekolah tersebut. 

Hal inilah yang diapresiasi oleh Yulian Istiqomah, guru penggerak literasi MTsN 2 Bantul, saat menghadiri Acara Gelar Karya P5 di SMPN 2 Jetis, Sabtu (16/02/2024) lalu. Ia mengunjungi stand Literasi sekolah tersebut dan melihat beragam buku antologi rutin telah diterbitkan oleh tim GLS dari tahun ke tahun. Yulian menilai bahwa para siswa di SMPN 2 Jetis telah mampu menulis puisi dan cerpen dengan baik. Setelah berdialog dengan siswa penjaga stand literasi Yulian menyimpulkan bahwa guru penggerak literasi di Sekolah tersebut telah melakukan tugasnya dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya produk literasi yang rutin setiap tahun dibukukan. Ada produk berarti ada program. 

Sebagai bentuk apresiasi, Yulian lantas membeli sebuah buku antologi puisi dan cerpen yang disusun pada tahun pelajaran lalu. Ia memilih membeli buku yang berjudul “Serenade Penghormatan”. Rupanya judul tersebut diambil dari salah satu karya puisi terbaik. Yulian berharap buku tersebut dapat memberikan motivasi kepada tim literasi MTsN 2 Bantul untuk terus menerbitkan karya-karya siswa maupun karya GTK yang selama ini juga telah berjalan dengan baik. (yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.