Pertemuan MGMP Bahasa Indonesia. (Dok. nfa)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Implementasi Kurikulum Merdeka saat ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan. Untuk menghadapi hal tersebut, MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Bantul mengadakan Workshop Asesmen Kurikulum Merdeka pada Selasa (20/02/2024), bertempat di MTsN 3 Bantul. Acara ini dihadiri oleh 51 peserta, termasuk tiga Guru Bahasa Indonesia dari MTsN 2 Bantul. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Bantul, Ahmad Shidqi, dan juga menghadirkan Widyaiswara  Balai Besar Guru Penggerak  DIY, Angga Kristiyajati, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Ahmad Shidqi menyampaikan pendapatnya mengenai kegiatan ini. “Kegiatan-kegiatan seperti ini saya rasa sangat penting untuk diikuti karena banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh guru pada masa sekarang,” ungkapnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini selaras dengan tujuh program outlook Kementerian Agama dalam hal mengusung layanan pendidikan yang inovatif dan transformatif.

Sambutan Kakankemenag Kab. Bantul (Dok.nfa)

Datang sebagai narasumber, Angga Kristiyajati menyampaikan bahwa pembelajaran harus bersifat interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang serta memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Pembelajaran juga harus dapat memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. (nfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.