23 Februari 2024
Jelas- Sulistyo sedang menjelaskan terkait budi daya lidah buaya dengan tim P5P2RA MTsN 2 Bantul. (Dok. mur)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Tim P5P2RA MTsN 2 Bantul sedang melangkah menuju ke proyek pembelajaran tema 3. Tema kali ini terkait dengan aspek kewirausahaan yang mengusung konsep “Hijau Tamanku Sejahtera Madrasahku”. Tema ini sejalan dengan MTsN 2 Bantu yang sudah menjadi sekolah adiwiyata Kabupaten Bantul.  Tentunya hal ini mempertimbangkan aspek lahan, proses tanam, serta alat bahan yang dibutuhkan. 

Susanti, St Rofiqoh, dan Murgono selaku tim P5P2RA, Senin (12/02/2024) survey ke tempat pembudidayaan lidah buaya yang berada di Kalijurang, Srigading , Sanden Bantul. Tim berangkat pukul 10.00 dari madrasah ini menuju ke arah barat.  Sesampainya di tempat, tim MTsN 2 Bantul menuju ke rumah Bapak Sulistyo, salah satu warga yang membudidayakan lidah buaya. “Pembudidayaan lidah buaya tentunya disesuaikan dengan ketersediaan lahan MTsN 2 Bantul, kesiapan siswa untuk menerima pembelajaran, serta kemudahan mencari bibit,” ujar Susanti.

Beberapa pertanyaan diajukan oleh tim P5P2RA MTsN 2 Bantul terkait budidaya lidah buaya. Mulai dari pembibitan, perawatan, masa panen hingga ke pengolahan lidah buaya. Dalam diskusi dengan Sulistyo, Tim P5P2RA MTsN 2 Bantul dijelaskan terkait pengolahan lidah buaya. 

Uniknya di halaman  rumah Sulistyo yang merupakan kebuh lidah buaya itu, memanfaatkan kompos lidah buaya untuk diolah menjadi pupuk. “Jadi ada beberapa lidah buaya, yang besar-besar kami gunakakan untuk pembuatan nata de aloe, campuran cendol, campuran membuat syrup, bahan untuk membuat selai dan juga campuran pembuatan bakso.

Kembang goyang,salah satu hasil olahan lidah buaya. (Dok. mur)

Rofiqoh yang saat itu di wawancarai tim publikasi menjelaskan bahwasannya di halaman rumah Bpak Sulistyo terdapat kebun lidahg buaya, “Tidak besar memang, akan tetapi beliau merawat lidah buaya itu dengan telaten, jadi lidah buayanya besar-besar dan subur.  Pal Sulistyo juga memanfaatkan lidah buaya yang tidak layak untuk diolah sebagai bahan makanan untuk diolah menjadi pupuk. Produk-produk yang dihasilkan juga unik. Semoga ilmunya bisa nular ke MTsN 2 Bantul,” terang Rofiqoh. (Dee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.