23 Februari 2024
Antusias- peserta bimtek antusias mendengarkan materi. (Dok.agt) 

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Bimtek Pemantapan Materi ASPD bahasa Inggris yang diselenggarakan Dinas Dikpora Kabupaten Bantul bekerjasama dengan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Bantul pada Senin (12/02/2024) di SMP Negeri 1 Jetis menghadirkan pemateri  pertama Asih Purnami, guru bahasa Inggris SMP Negeri 2 Sanden. Asih merupakan salah satu anggota tim penulis naskah soal ASPD. Materi yang akan dipaparkan oleh Asih adalah Pengembangan Soal Literasi. Agustina, guru Bahasa Inggris MTsN 2 Bantul tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan narasumber.

Asih menyampaikan tentang karakteristik soal, “Soal  literasi merupakan soal-soal  yang mengukur kemampuan berpikir dari level rendah sampai level tingkat tinggi (LOTS-HOTS) terkait dengan konteks yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Soal literasi diharapkan dapat memberikan umpan balik dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan  sehingga pola pengembangan butir-butir soal nya dapat bergradasi dari butir soal yang mengukur proses berfikir tingkat rendah/level 1 (mengingat, memahami), sedang /level 2 (menerapkan),  sampai  tingkat tinggi/level 3  (analisis, evaluasi, create) untuk memberikan diagnosis capaian siswa,” jelas Asih.

Terkait apa focus yang diukur dalam literasi, Asih Purnami menjelaskan “Berfokus mempersiapkan siswa untuk menghadapi kehidupan di masa depan, sehingga soal-soal Literasi menilai situasi kehidupan nyata. Konteks yang diambil disesuaikan dengan materi yang dibelajarkan pada kelas VII, VIII dan IX,” imbuhnya. Kaidah yang perlu diperhatikan dalam pengembangan soal literasi. Butir soal yang dibuat bisa berbentuk soal objektif (pilihan yang jawabannya sudah disediakan),  non objektif yang terstruktur (meminta siswa untuk mengisi atau menguraikan)  atau gabungan keduanya yaitu pilihan yang dilengkapi dengan penjelasannya. Variasi bentuk soal ini bisa dikembangkan lebih jauh, tetapi tetap harus mengacu pada permasalahan yang ada pada konteks dan memenuhi kaidah-kaidah penulisan soal yang baik  dari segi materi, konstruksi, dan Bahasa,” tandasnya.

“Selanjutnya saya akan memberikan contoh soal supaya nanti kalau misalnya tahun depan tidak ada ASPD lagi bapak ibu harus bisa membuat sendiri soal yang setara dengan ASPD,” pungkasnya. Agustina tampak semangat mengikuti setiap pemaparan melalui PPT yang membuat penjelasan semakin jelas.(Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.