23 Februari 2024
Yatno sedang mendeder benih lele. (Dok. mgy)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Budikdamber (budidaya ikan dan tanaman dalam ember) salah satu alternatif menjadi produktif walaupun memiliki keterbatasan lahan. Seperti yang dilakukan MTsN 2 Bantul, membudidayakan ikan lele sekaligus menanam kangkung dalam satu wadah (ember). ┬áJenis ikan lele dipilih karena tergolong mudah dan juga cepat masa panen. Tahun lalu MTsN 2 Bantul telah berhasil panen Lele. Meskipun dipelihara dalam ember, akan tetapi kwalitas Lele yang dipanen tidak kalah dengan Lele yang di sebar di kolam.

Perawatan yang rutin, dikerjakan oleh Suyatno, seperti hari ini, Kamis (25/01/2024) Yatno sapaan akrabnya dan juga Mugiyanta kembali menebar benih lele dalam ember. Yatno membagi 140 benih ikan Lele ke dalam 2 ember besar.  Yatno menuturkan dengan adanya perawatan yang baik, seperti mengganti air dan juga memberi makan yang rutin, Lele bisa panen sekitar 3-4 bulan. Akan tetapi benih Lele yang disebar kali ini tergolong agak besar, maka dapat diperkirakan akan memasuki masa panen sekitar 3 bulan.

“Bismillah, kita budidaya lele kembali, semoga bisa panen seperti tahun depan. Sementara baru nebar lele, bibit kangkungnya masih dalam proses, jika sudah ready akan ditanam seperti tahun lalu juga,”ungkapnya sembari menebar lele.

Sebenarnya MTsN 2 Bantul tak hanya membudidayakan ikan Lele, ada juga ikan nila. Jika ikan nila dibudidaya dengan cara disebar dalam parit-parit madrasah. Budidaya ikan nila memanfaatkan limbah air wudhu yang mengalir dari mushola. Kemudian air dialirkan ke parit untuk mengairi ikan nila. “Semoga semua bisa merasakan hasil budidayadi madrasah, yaa walaupun nggak banyak, tapi kalau disantap bersama-sama (makan siang) rasanya akan lebih nikmat,” pungkas Yatno.(Dee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.