23 Februari 2024
Isti Bandini (baris kedua) sedang mengikuti materi maternal mental health. (Dok. Dee) 

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Psikoedukasi merupakan suatu materi atau paparan terkait dengan kesehatan mental seseorang. Awamnya psikoeduasi terkait tentang tindakan meditasi. Kesempatan kali ini DWP Kemenag Bantul yang bertajuk ‘Psikoedukasi Matrenal Mental Health Darmawanita Persatuan Kemenag Kabupaten Bantul’ ini bertujuan agar peserta yang mayoritas perempuan ini memahami tentang psikoedukasi. Materi yang dibawakan oleh Kurniasari Pratiwi, S.Psi., M.A. ini dikemas dengan menarik sehingga peserta kegiatan dapat memahami materi dengan mudah.

Kiki, sapaan akrab Kurniasari, kali ini memaparkan terkait dengan materi mental health pasca melahirkan (Maternal Mental Health) dan juga terkait pola asuh anak (Mitos dan Fakta Parenting) . Kiki menerangkan tahap-tahap seorang ibu dapat mengalami baby blues hingga ke level tertinggi yakni, pospartum psikosis. Kiki seorang dosen Akbidyo ini memberikan tekanan, bahwasannya ibu pasca melahirkan butuh orang dewasa lain sebagai pendamping. Sebab biasanya ibu merasa kelelahan dan juga belum terbiasa dengan perubahan yang terjadi.

Slide Materi terkait baby blues. (Dok.dee) 

Disatu sesi, Kiki juga memaparkan terkait pola asuh atau sering kita dengar dengan istilah parenting. Pada dasarnya bayi baru lahir tidak membutuhkan apa yang selama ini kita kerjakan, seperti membedong dengan kencang, memberi kopi agar tidak step (kejang) dan juga mitos lain yang sudah tak asing kita dengar. “Intinya bayi membutuhkan ASI dan juga perhatian dari orangtua, baik pelukan dan juga perhatian dalam bentuk yang lain. Begitu juga dengan ibu, ibu membutuhkan support system yang baik, pungkas Kiki di akhir paparannya.

Sementara itu tim publikasi yang berhasil mewawancari Isti Bandini selaku Kamad MTsN 2 Bantul yang saat itu juga menghadiri acara tersebut , “ternyata apa yang selama ini kita dengar, dan bahkan kita lakukan (terkait merawat bayi baru lahir) ada beberapa juga yang sebenarnya tidak perlu untuk dilakukan. Yaaa, kita harus memilah dan memilih mana yang fakta dan juga mitos dalam parenting agar semua sehat, baik ibu maupun bayinya,” terang Isti pada tim publikasi. (Dee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.