23 Februari 2024
Miftakhul Bahri, tim penilai PKKM MTsN 2 Bantul uji kualitas kursi dari ECO brik. (dok:En)

Bantul (MTsN 2 Bantul)-Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) baru saja dilalui oleh MTsN 2 Bantul. PKKM yang berlangsung pada Senin (20/11/2023) ini menilai empat tahunan Kinerja Kepala MTsN 2 Bantul, Musa Surahman. Hadir sebagai Tim Penilai, yaitu Edy Purwanto dari Kanwil Kemenag DIY selaku ketua, Etyk Nurhayati sebagai sekretaris, dan sebagai anggota penilai Ahmad Musyadad dan Miftakhul Bahri dari Kemenag Kabupaten Bantul. Keempat penilai tersebut secara detil dan menyeluruh meneliti kelengkapan berkas setiap komponen PKKM. 

Uniknya, ada moment tertangkap kamera dimana salah satu penilai, yakni Miftakhul Bahri tengah duduk daur ulang sampah dengan pose santai. Produk yang sedang diduduki tersebut salah satu produk berupa kursi atau bisa juga sebagai meja karya siswa MTsN 2 Bantul yang terbuat dari ECO Brik. ECO Brik adalah salah satu bentuk produk daur ulang sampah yang berasal dari botol bekas diisi dengan plastik-plastik kemasan makanan atau lainnya hingga menjadi padat atau keras. Beberapa Eco Brik dengan ukuran yang sama disusun secara melingkar dan disatukan dengan tali dan bahan lainnya kemudian dipermanis bagian atasnya dengan bahan berbentuk lingkaran yang cukup empuk dan nyaman untuk duduki.

Setelah diselidiki tim publikasi peristiwa di balik foto unik tersebut, rupanya Miftakhul Bahri terkesan dengan produk kursi dari Eco Brik tersebut. Dengan cekatan ia menggeser kursinya dan meletakkan produk tersebut di bawah lantas menguji kualitasnya dengan duduk santai di atasnya. Kursi Eco Brik tersebut terbukti kokoh dan nyaman untuk diduduki. Di sisi lain ruang PKKM lainnya, produk serupa dijadikan alas untuk meletakkan karya lampion milik siswa yang menyala dengan cantiknya. 

Miftakhul Bahri menilai bahwa banyak produk berkualitas lainnya di MTsN 2 Bantul yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Sebut saja batik. Geliat membatik di MTsN 2 Bantul cukup baik. Hasil kain batiknya juga beragam. Namun produk dari bahan kain batik yang masih kurang. Ini menjadi masukkan dari tim penilai untuk kompnen pengembangan kewirausahaan agar menciptakan produk yang lebih bernilai jual dan bermanfaat dari bahan batik yang sudah dihasilkan siswa ini, seperti baju, tas, sajadah, dan lain sebagainya. 

Menyambut baik masukkan dari tim penilai tersebut, MTsN 2 Bantul telah mengaitkan hal tersebut dengan program P5 tema kearifan lokal. Siswa akan praktik hingga tahap produk batik yang bermanfaat untuk keseharian siswa. Semoga pada PKKM berikutnya lebih lengkap lagi karya produk Matsandaba ya. (yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.