23 Februari 2024

Bantul (MTsN 2 Bantul)-Sepanjang dua puluh meter kain batik hasil karya siswa MTsN 2 Bantul membalut meja pajang prestasi dan karya dalam PKKM 2023. Bukan tanpa alasan, MTsN 2 Bantul telah mendeklarasikan sebagai Madrasah batik sejak tahun 2018. Sejak saat itu, beragam produk batik dihasilkan. Setelah vakum selama dua tahun karena pandemi COVID-19, kegiatan membatik siswa kembali menggeliat di tahun 2022. Tepat pada tanggal 2 Oktober 2022, para siswa membuat gebrakan membatik bersama dalam kain sepanjang 20 meter. Kain batik 20 meter ini segaja dibiarkan tetap panjang tanpa dipotong. Setiap kelas memiliki karya batik sepanjang satu meter dalam kain tersebut. Corak batiknya pun beragam sesuai dengan kreativitas masing-masing kelas. 

Kini kain batik 20 meter ini membuat tim Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) kagum. Pasalnya kain tersebut tampak memukau saat digunakan untuk membalut meja pajang bukti fisik prestasi dan karya  siswa GTK MTsN 2 Bantul. Dikemas secara simpel namun artistik, meja prestasi bernuansa batik tersebut memberikan makna yang mendalam. Tanpa banyak bicara data, penampakan karya yang merupakan produk kearifan lokal ini sudah menyampaikan banyak hal tentang geliat Matsandaba untuk budaya Indonesia. 

Di atas meja prestasi dan karya tersebut terdapat berbagai bukti fisik dari data yang disajikan dalam berkas PKKM. ada sejumlah piala sebagai perwakilan prestasi kejuaraan. Berbagai piagam juga tampak berdiri di atasnya, seperti piagam Duta Inspiratif Kepala Madrasah, piagam terbaik partisipant Pemilos Bantul 2023, piagam sekolah Adiwiyata, piagam Akreditasi perpustakaan, beragam piagam kejuaraan lomba, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu saja, lebih dari 50 buku antologi menghiasi meja tersebut lengkap dengan catatan letak karya GTK atau Siswa yang terdapat di dalamnya menempel pada covernya. Beberapa jurnal, diktat pembelajaran, buku saku pembiasaan Asmaul Husna, buku pantauan baca literasi, pantauan Tahfidz, majalah siswa, katalog pameran siswa, dan buku-buku karya GTK lainnya untuk empat tahun terakhir.

Di samping itu produk karya kerajinan siswa seperti wayang, Tote bag, topeng, karya logam,  lukisan, lampion, menara, bunga daur ulang sampah, kreasi botol bekas, dan beragam perwakilan karya lainnya juga turut menghiasi meja pajang tersebut. Karya-karya ini menjadi saksi keberadaan beragam program pembelajaran pun program pengembangan diri siswa dan GTK selama empat tahun di bawah kepemimpinan Musa Surahman. Selama ini Musa Surahman senantiasa memberikan support pada seluruh stakeholder madrasah untuk berkreasi dan berinovasi tanpa henti.

Edy Purwanto, Ketua Tim Penilai PKKM dari kanwil Kemenag DIY menyampaikan bahwa sajian megah ini menjadi bukti otentik seperti apa berkas masing-masing komponen yang akan dinilai. 

“Sebenarnya melihat sajian yang ada di hadapan kita ini sudah selesai, sudah memberikan bukti yang kuat terhadap berbagai komponen dalam PKKM. Namun karena kehadiran kami di sini untuk menilai, maka akan kami lihat lebih jauh dokumen PKKM yang telah disiapkan,” ujar Edy dalam sambutannya pada PKKM MTsN 2 Bantul, Senin (20/11/2023). (yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.