Pemateri dalam acara pendampingan GPBLS. (Dok. Sus)

Bantul (MTsN 2 Bantul)–  Permasalahan sampah yang hingga saat ini masih menjadi PR kita bersama. Mulai dari sampah rumah tangga, sampah medis, sampah-sampah instansi pendidikan, sampah instansi perkantoran hingga limbah pabrik dan limbah cair lainnya. Tentunya hal ini menjadi tanggungjawab bersama, tidak hanya mengandalkan salah satu pihak. MTsN 2 Bantul yang saat ini sedang merintis sebagai sekolah adiwiyata mendapat kesempatan untuk dibimbing oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul. Selasa (14/11/2023) Susanti selaku guru dari MTsN 2 Bantul hadir dalam acara persiapan pendampingan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan di Sekolah (GPBLS). Undangan ini juga dihadiri oleh perwakilan calon sekolah adiwiyata se Kabupaten Bantul. 

Pendampingan ini dilaksanakan atas kerjasama antara DLH dan juga sekolah/madrasah terkait. Pendampingan yang berhubungan dengan sekolah adiwiyata ini di bersamai oleh Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Kab. Bantul. Dalam acara ini disampaikan juga terkait rencana tindak lanjut dari kegiatan adiwiyata. Penampingan yang bertempat di ruang Aula Adipura DLH Kab. Bantul ini dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 11.30 wib.

Saat ditemui tim publikasi MTsN 2 Bantul, Susanti memaparkan hasil pendampingannya. “Pendampingan ini bisa dalam bentuk pengolahan sampah dan juga dalam bentuk penanaman bibit pohon.” Susanti menyampaikan bahwa setiap kegiatan adiwiyata jika kita terapkan sampah benar-benar dapat berkurang dan juga dapat menjadi kebiasaan siswa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Siswa perlu kita bekali untuk membiasakan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat, ini akan sangat berguna bagi lingkungannya, terlebih untuknya pribadinya,” pungkas Susanti di akhir sesi wawancara. (dee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.