Aji sedang menjelaskan proses wiru jarik. (Dok. Dee)

Bantul (MTsN 2 Bantul) Pembelajaran Bahasa Jawa yang kental dengan budaya membuat pengampu harus piawai dalam menjelaskan materi. Ada materi terkait dengan bahasa itu sendiri dan juga materi budaya. Materi wiru jarik salah satunya mengenalkan materi terkait penggunaan busana jawa. Materi yang sebetulnya sebagai tambahan ini harus dikuasai siswa sebagai bekal ke jenjang selanjutnya. Sebelum menjelaskan cara mewiru jarik Purwito terlebih menjelaskan tentang macam motif jarik, cara membedakan jarik bagian dalam dan luar dan juga asal jarik. Jarik yang berwarna dasar putih merupakan jarik gagrag Yogya, sedangkan jarik yangf berwarna dasar coklat merupakan gagrag Solo. Purwito juga menjelaskan terkait atasan busana jawa, ada surjan, beskap, kutu baru, kartinian dan lain sebagainya. 

Jadwal mulai kelas 9 E kemudian kelas 9 B di ruang perpustakaan Raudhatul ‘Ulum siswa mulai mendengarkan penjelasan Purwito. Masing-masing siswa sebelumnya sudah dihimbau untuk membawa jarik dan juga surjan atau kutu baru.Siswa dijelaskan secara rinci berapa ukuran untuk wiru, karena ada perbedaan ukuran untuk jarik yang digunakan pria dan wanita. Aji, sapaan akrab Purwito ini menjelaskan juga pada siswa tentang cara memakai jarik.

“Aja kleru motif yaa, motif e kudu bener, motif garuda ya aja kewalik, ngana uga motif lia-liane,” jelas Aji. Aji menghampiri kelompok per kelompok siswa dan membimbing siswa. Aji berharap dengan adanya praktik ini dapat menjadi bekal kemudian. “Saya harap siswa bisa mengenakan busana jawa dengan trep sesuai unggah-ungguhnya,” ungkap Aji.

Ditengah-tengah praktiknya, tim publikasi mewawancarai salah seorang siswa. Siswa yang mengikuti praktik ini mengaku senang. Megie salah satu siswa kelas 9B baru tahu perbedaan antara gagrak Yogya dan Solo. “Saya senang bu, jadi tahu perbedaan jarik Yogya dan Solo, dan bisa berlatih mewiru juga. Tenyata miiru jarik membutuhkan kesabaran serta keuletan,” pungkasnya. (dee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.