Dzikra, Firsha dan Chesa foto bersama membawa sertifikat. (dok. Agt)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – MTsN 2 Bantul mengirimkan siswa siswinya untuk mengikuti Lomba Palang Merah Remaja (PMR) Madya Pertolongan Pertama Fraktur dan Luka Terbuka Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam rangka Dies Natalis SMK Kesehatan Bantul. Kegiatan lomba dilaksanakan di SMK Kesehatan Bantul pada hari Rabu (18/10/2023). Penyelenggara kegiatan adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Kesehatan Bantul.  Lomba PMR ini diikuti oleh PMR Madya setingkat SMP/MTs se-Provinsi DIY. Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 SMK Kesehatan Bantul dan juga untuk meningkatkan kompetensi siswa anggota PMR dalam hal pertolongan pertama penanganan pada patah tulang terbuka maupun tertutup.

Duta MTsN 2 Bantul yang terdiri dari Muhammad Dzikra Nasya Aufa Naafi, Muhammad Firsha El Shirazy Pasha, dan Chesyarina Putri Felicia berhasil meraih Juara 1 dalam event tersebut. Peringkat kedua diraih SMPN 1 Pundong Bantul, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh SMP 2 Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Trophy kejuaran, sertifikat dan uang pembinaan diserahkan pada Kamis, 19 Oktober 2023 di sekolah setempat. “Alhamdulillah, kami bisa menjadi juaranya. Rasanya lega dan bahagia sekali. Kemarin kami masuk tiga besar saja sudah senang apalagi dapat juara 1, sungguh perjuangan yang berbuah manis,” ungkap Dzikra, El dan Chesya usai menerima tropi kejuaraan.

Adhitya Arie Wibowo selaku pembina ekstrakurikuler yang mendampingi siswa pada saat lomba menjelaskan, “Kegiatan yang diikuti oleh beberapa sekolah SMP/MTs se-DIY ini dilaksanakan di ruang kelas SMK Kesehatan Bantul. Setiap peserta diberikan kasus berbeda terkait dengan pertolongan pertama pada penanganan patah tulang. Peserta diwajibkan mampu menjelaskan 13 urutan penanganan dasar pada luka patah tulang. Peserta diberi undian kasus patah tulang saat memasuki ruang lomba dan harus bisa menjalankan prosedur penanganan sesuai dengan hasil undian yang didapatkan. Pada saat lomba peserta juga diharuskan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan pada juri terkait luka yang diderita pasien,” ungkap Adhitya. “Alhamdulillah, anak-anak kita mampu menjadi yang terbaik dalam hal presentasi pertolongan pertama pada patah tulang. Bangga rasanya melihat mereka bisa tampil dengan lancar dan maksimal pada saat lomba,” imbuhnya. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.