Suasana seminar Internasional di SMA Muhi Yogyakarta. (Dok.dee)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Seminar merupakan kegiatan belajar bersama, pertemuan suatu kelompok membahas suatu topik dan juga ditemukan solusi yang relevan atas topik tersbut. Dengan adanya narasumber-narasumber yang berkompenten di harapkan dapat meningkatkan skill individu maupun kelompok. Dalam rangka Milad SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ke 74, dan dalam rangkaian milad tersebut salah satu agendanya adalah Seminar Internasional yang bertajuk “Pangaruh Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan”. Tema ini diangkat melihat pesatnya perkembangan dunia teknologi saat ini. Pastinya setiap kemajuan tedapat dua sisi, yakni sisi positif dan negatif.

Rabu (7/9/2023) berlokasi di Grha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta diikuti oleh 300 peserta seminar termasuk kedua pustakawan MTsN 2 Bantul, Arumah Achsinawati dan juga Dian Fitri Ningrum. Acara yang dimulai pukul 07.30 dan berakhir pukul 11.30 itu berjalan dengan lancar. Pemateri memaparkan materinya dengan menarik, unik, serta mempunyai ciri khas nya masing-masing. Pada kesempatan itu hadir juga Kepala Dinas Kab. Sleman, Gubernur Yogyakarta yang diwakili oleh Dra. Monika Nur Listiyani, dan juga pimpinan-pimpinan organisasi Muhammadiyah yang saat itu diwakilkan oleh bendahara PWM Abdul Latief Baidowi, S,Ag. Pada kesempatan seminar Internasioal terebut didatangkan narasumber dari negeri Jiran, Malaysia Dr. Mayasari binti Abdul Majid selaku ketua komite perpustakaan sekolah se-Malaysia, Drs. Ida Priyanto, PhD selaku dosen pasca sarjana UGM dan juga bunda literasi Yogyakarta, GKBRAy Adipati Pakualam X.

Mayasari sekalu narasumber dari Malaysia banyak bercerita tentang kegiatan-kegiatan literasi, cara menumbuhkan minat baca siswa dan juga usaha sekolah yang besinergi dengan komponen lainnya guna meningkatkan minat baca. Gusti Ayu selaku Bunda Literasi DIY membawakan tema “Mendidik, Membaca, dan Beretika”, Gusti Ayu menyampaikan bahwasannya membaca merupakan kebiasaan yang seharusnya di mulai dari keluarga. Dengan adanya pembiasaan membaca di rumah maka anak juga akan beretika dan juga berbudaya tentunya. Dengan etika dan budaya yang baik, Bunda Literasi mengharap dapat memberikan dampak postif anak dan juga siswa di manapun ia berada. Narasumber ketiga, Ida Fajar menyampaikan materi terkait dengan AI, dimana teknologi buatan tersebut harus memiliki 4 ciri, yakni AI dapat bertindak, dapat berpikir, dapat berpikir secara rasional dan juga dapat bertindak secara rasional. Tentunya AI dapat menjadi tantangan dan juga sekaligus dapat menjadi teman pustakawan.

Di akhir acara peserta seminar berswafoto dengan narasumber, dan juga berjumpa dengan teman sejawat. Acara seperti ini seyogyanya bisa menjadi ajang silaturahmi antar pengelola perpustakaan, agar bisa saling sharing demi kemajuan perpustakaan. (dee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.