Bantul (MTsN 2 Bantul) – Senin (14/8), Tim Gerakan Literasi MTsN 2 Bantul yang dikenal dengan Tim Gelis Matsandaba bekerja sama dengan Perpustakaan Raudhatu ‘Ulum, yang dikoordinir oleh Yulian Istiqomah dan Yustini Arti memulai program literasi dengan kegiatan-kegiatan inovatifnya. Sosialisasi Program kepada guru dan tenaga kependidikan telah disampaikan oleh Yulian didampingi Dian Fitriningrum pada Jumat (11/08) dalam rapat koordinasi Guru dan Tenaga Kependudukan (GTK), sedangkan pada siswa dan orang tua siswa disosialisasikan secara massive melalui Whatsapp grup siswa maupun Perkumpulan Orang Tua (POT) siswa kelas VII, VIII, dan IX. Flyer-flyer dan juga video terkait kegiatan dibuat semenarik mungkin oleh tim literasi agar informasi bisa tersampaikan pada siswa dan orang tua siswa dengan baik. Adapun tujuan umum dari gerakan literasi Matsandaba ini adalah agar siswa gemar membaca dan berkarya. Senin pagi di kelasnya masing-masing, siswa tampak antusias membaca buku bacaan yang mereka bawa dari rumah dan mereka juga sudah siap untuk perform jam ke-5 setelah istirahat.

Menurut Yulian, program baru yang dibuatnya bersama tim sebenarnya melanjutkan program literasi sebelumnya tetapi untuk tahun ajaran baru ini ditambahkan program-program inovatif. “Alhamdulillah berkat kerjasama tim literasi program kami bisa tersusun tepat waktu dan sudah kita sosialisasikan pada GTK, siswa maupun orang tua siswa sejak hari Jumat kemarin. Sebetulnya program lama tetapi ada tambahan baru berdasarkan evaluasi program lama.  Program tahun ini antara lain Reading Day yang dilaksanakan setiap hari Senin pukul 07.30-08.00 di kelasnya masing-masing dengan didampingi tim literasi. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca siswa, menambah ilmu dan wawasan siswa, menumbuhkan karakter literatif dan meningkatkan prestasi siswa. Adapun teknisnya siswa wajib membawa buku bacaan dari rumah dan buku pantauan baca. Kegiatan diawali dengan membaca dilanjutkan dengan merangkum apa yang dia baca dalam buku pantauan baca. Tim pendamping memantau siswa yang sudah membaca dengan memberikan tanda dalam berkas literasi yang ada di kelas,” ujar Yulian.

Lebih lanjut Yulian menyampaikan program barunya yaitu Performance Siswa. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepercayaaan diri siswa, membentuk karakter saling menghargai antar siswa, mengembangkan bakat dan minat siswa serta menciptakan generasi yang aktif, kreatif dan inovatif. Teknis pelaksanaannya siswa menyiapkan performance sekali per bulan, performance bebas sesuai bakat minat siswa tidak dibatasi. Kegiatan dilaksanakan setiap hari setelah istirahat pertama selama 5-10 menit. Setiap harinya 1 atau 2 siswa tampil urut presensi sesuai jadwal. Sedangkan guru mengisi lembar evaluasi perform siswa yang ada di berkas setiap kelas,” tandas Yulian.

“Program yang ketiga adalah Satu Minggu Satu Karya (Sagusaka). Tujuannya adalah untuk mengasah imajinasi dan kreatifitas siswa, menambah nilai ketrampilan, membentuk karakter literatif, kreatif dan inovatif serta stok karya untuk buku antologi karya siswa. Teknisnya siswa menyediakaan satu stopmap plastik dan diberi identitas bagian depannya, stopmap diletakkan di Oase Baca Kelas, setiap Jumat siswa wajib memasukkan karyanya ke dalam stopmap tersebut dan setiap bulannya tim literasi akan merekap karya siswa tersebut,” pungkas Yulian.

Musa Surahman, kepala MTsN 2 Bantul menyambut baik program tim literasi tersebut dan mendukung sepenuhnya. “Saya mengajak dan menghimbau seluruh bapak/ibu guru untuk mendukung dan menyukseskan program yang bagus ini. Harapannya dengan siswa berliterasi maka akan dengan mudah mereka meraih prestasi,” ucapnya. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.