Calon Kandidat OSIS MTsN 2 Bantul Orasi dalam Apel Pagi Pemilos. (Dok:yis)

Bantul (MTsN 2 Bantul)-Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) tidak hanya menjadi ajang pesta perayaan pembelajaran demokrasi di madrasah tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kepercayaan diri siswa, khususnya calon ketua OSIS MTsN 2 Bantul. Hal ini disampaikan oleh Tugiyo, S.Ag. selaku Wakil Kepala Bagian Kesiswaan MTsN 2 Bantul.

Sebanyak empat kandidat calon ketua OSIS, yakni Anida Putri Fauzi, Brilian Breka All Musty, Sahfa Adistiya, dan Alena Putri Sahila Fajrin, telah berkali-kali berorasi mengenai visi-misi-program unggulan yang ingin diusungnya apabila terpilih menjadi ketua OSIS MTsN 2 Bantul periode 2023-2024. 

Rabu (06/09/2023), mereka kembali berorasi dalam apel pagi jelang Pemilos. Apel pagi yang khusu dilaksanakan sebagai launching sekaligus pembukaan Pemilos tersebut diwarnai dengan acara pemilos seperti Amanat dari KPU, orasi kandidat calon ketua OSIS, dan informasi dari PPO. Rangkaian apel pagi dalam proses pemilos ini dimaksudkan untuk mengumpulkan tekad dan semangat warga madrasah dalam melaksanakan Pemilos. Dari kegiatan Pemilos ini diharapkan siswa mendapatkan pembelajaran bermakna tentang demokrasi. 

Tugiyo mengapresiasi bahwa Orasi kandidat calon Ketua OSIS MTsN 2 Bantul tersebut yang berlangsung khidmat dan tertib. Tugiyo berpendapat keempat kandidat telah melakukan orasi dengan kepercayaan diri yang baik dan para siswa lain dapat dengan khidmat dan tertib mendengarkan orasi dari masing-masing kandidat. 

“Tidak semua orang mampu berbicara dengan baik di atas mimbar di hadapan semua warga madrasah tersebut seperti yang dilakukan para kandidat calon ketua OSIS MTsN 2 Bantul tadi. Dan saya juga merasa seperti sedang berada di istana negara menyaksikan upacara yang berlangsung khidmat. Ini artinya para siswa sudah dapat bersikap tertib dan menghargai orang lain,” ungkap Tugiyo dalam sambutannya saat rapat penyampaian hasil pemilos. 

Tugiyo berharap sikap seperti ini dapat terus dipertahankan dengan para pengurus OSIS baik yang lama maupun yang baru sebagai muara suru tauladan bagi siswa lainnya. (yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.