2 Maret 2024
Screenshot salah satu story’ wa GTK MTsN 2 Bantul. (dok:yis)

Bantul (MTN 2 Bantul)-Belum bisa move on, para guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Bantul, masih sering mengunggah foto dengan background pameran “Mawarni-Warni” karya siswa MTsN 2 Bantul. Salah satunya tertangkap dalam story WhatsApp milik seorang guru MTsN 2 Bantul pada Kamis (22/06/2023) yang tampak berfoto dengan gaya lepas di depan gapura pameran Mawarni-Warni, dengan caption “Belum bisa move on dari Mawarni-Warni.” 

Pameran gelar karya Mawarni-Warni ini telah digelar selama 2 hari yakni tanggal 9-10 Juni 2023 lalu. Tepatnya bersamaan dengan pelaksanaan Wisuda Purnasiswa. Moment ini menjadi begitu pas untuk gelar karya sebab dihadiri oleh seluruh orang tua atau wali siswa kelas 9. Pameran ini menampilkan karya seni rupa, seni kerajinan, dan seni sastra siswa. Adapun jenis karya yang dipajang adalah karya lukisan, karya kaligrafi dari lempeng tembaga, karya kerajinan, batik, dan karya sastra berupa pentigraf. 

Menurut Yustini Arti, guru pembimbing mata pelajaran SBK dan prakarya menjelaskan bahwa pameran Mawarni-Warni ini merupakan praktik dari salah satu Kompetensi dalam pembelajaran Seni yakni penyelenggaraan pameran. “Karena ini pembelajaran, maka panitia penyelenggara juga siswa sendiri. Mereka berkreasi mendesain pameran, berkelompok per kelas dipercaya membuat stand sendiri-sendiri. Mereka membut katalog, membuat flyer undangan, membuat daftar kunjungan, memikirkan konsep desain penataan karya mereka” jelas Yustini Arti.

Melalui MC dalam wisuda Purnasiswa, himbauan untuk mengunjungi stand -stand pameran setiap kelas dengan mengisi buku tamu ye. Hal ini bertujuan agar para orang tua dan para tamu undangan dapat memberikan apresiasi terbaik terhadap karya mereka. Begitu banyak orang tua dan siswa yang ingin berfoto bersama di depan spot foto atau background pameran atau depan gerbang pameran. Selain yang desainnya tampak cantk dan estetik, desain assesoris dan ide kursi tumpuk ini menjadi sangat inspiratif. Khususnya untuk memeriahkan acara dengan low budget.

“Jujur, waktu pertama kali melihat desain kursi tumpuk sebagai media untuk meletakkan karya pun sebagai background banner dan gapura ini, saya merasa takjub. Darimana mereka mendapatkan ide brillian tersebut?” Ungkap Yulian Istiqomah, Guru MTsN 2 Bantul, kepada tim publikasi madrasah. 

Lebih lanjut, Yulian mengatakan bahwa kegiatan semacam ini harus didukung dan rutin diselenggarakan untuk memacu semangat siswa dalam berkarya. Dengan kegiatan pameran ini tampak seberapa kreatif dan inovatifnya para siswa. Yulian berharap, tahun depan gelar karya siswa jauh lebih meriah. (yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.