26 Februari 2024
Bimtek Survey Kepuasan Masyarakat yang dihadiri pengelola website MTsN 2 Bantul. (Dok:Adt)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Rabu (31/5) pengelola website MTsN 2 Bantul, Adhitya Arie, mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul dengan tajuk Bimtek Aplikasi Survey Kepuasan Masyarakat dan Indeks Persepsi Korupsi. Kegiatan yang dihadiri oleh pengelola website dan teknologi informasi jenjang MIN/MTsN/MAN se-kabupaten Bantul. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan inovasi kabupaten Bantul dalam rangka menampung aspirasi masyarakat Bantul. Adanya kegiatan ini juga nantinya bertujuan untuk mewujudkan Kemenag Bantul menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Aminuddin, S.Ag., M.Si. selaku Kasubbag TU membuka bimtek ini dengan menekankan pentingnya pelayanan pada masyarakat di era digitalisasi. “Zaman ini meminta pelayanan publik untuk lebih profesional dalam bekerja karena akses penilaian dari masyarakat semakin mudah dan berpengaruh pada penilaian instansi secara umum,” ujarnya.

Penggunaan media sosial instansi juga perlu untuk selalu dikelola dengan proaktif sebagai ujung tombak tampak muka instansi dalam dunia global. Pentingnya pelayanan prima menjadi pemantik pentingnya aplikasi survey kepuasan masyarakat bagi transparansi dan juga sebagai prasyarat untuk maju WBBK. Ide pelayananan akuntable, transparan, dan berintegritas ini merupakan ide inovasi Kemenag Kabupaten Bantul yang kemudian disyahkan oleh Kementerian PANRB . Survei ini bertujuan untuk mempermudah pengolahan hasil survei secara realtime. Aplikasi akan secara otomatis menghitung atau mengolah hasil input masyarakat. Nantinya semua unit kerja wajib memiliki aplikasi survey kepuasan sebagai sumber penilaian instansi. Itulah pentingnya pelaksanaan Bimtek pemasangan aplikasi ini sebagai langkah awal implementasi instansi yang memperhatikan aspirasi masyarakat selaku pengguna jasa Kemenag Kabupaten Bantul. 

Dari Aplikasi ini, instansi akan mendapat skm dan ipk yang memungkinkan instansi untuk mengetahui pelayanan apa yang perlu ditingkatkan lagi. Karena segala aspek dalam satker harus direspon. Isi pelayanan bergantung pada keperluan masing-masing madrasah. Selanjutnya akan diverifikasi oleh Kemenag Bantul. Nilai pada aplikasi bisa didasarkan pada tingkat pemahaman terhadap pelayanan seperti: 4 cepat/sesuai, 3 kurang cepat, 2 Lambat 1 Buruk. Pemateri dalam Bimtek ini adalah Aris Ginanjar, tim IT Kemenag Bantul yang memberikan pengarahan terkait teknis. “Aplikasi ini dimulai dengan edit subdomain yang berisi menu layanan dan unsur penilaian kemudian dilanjutkan dengan melengkapi data instansi. Aplikasi ini nantinya wajib aktif di berbagai satuan kerja di lingkungan Kemenag Bantul sebagai wujud nyata WBBK”, pungkas Aris. (AAW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.