26 Februari 2024
Tausyiah Supangat dalam Pertemuan Darma Wanita. (dok:Eni)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Guna menambah wawasan dan ilmu agama, dalam agenda pertemuan Dharma Wanita MTsN 2 Bantul, Ahad(12/3), tuan rumah menghadirkan Supangat untuk memberikan tausyiahnya. Supangat adalah alumni guru Qur’an Hadits MTsN 2 Bantul yang sudah purna tugas beberapa tahun yang lalu.

“Bulan Sya’ban, atau kalau orang Jawa bilang “ruwah” dari kata arwah jamaknya ruh. Suatu saat ada pertanyaan dari jamaah, ngirim arwah itu sampai tidak, insya Allah sampai doanya. Tata caranya yang tidak sampai tetapi hakekat doa, semua madzhab mengatakan sampai karena pada dasarnya bagi yang meninggal,yang ditunggu adalah doa,” jelas Supangat. Lebih lanjut ia menjelaskan, “Rasulullah SAW mengatakan pada sahabat bahwa jasa ibu tidak bisa digantikan dengan apapun. Ibu adalah orang yang paling berjasa terhadap kita. Tugas kita adalah mendoakan orang tua. Kebiasaan anak mendoakan orang tua, bisa menjadikan anak tersebut hilang dosa meskipun mungkin dulu pernah durhaka pada orang tuanya,” ujarnya. “Bekal amal, baik mahdzoh maupun ghoiru mahdzoh sangatlah diperlukan, agar hidup berkah seperti dalam QS Al Munafiqun 9-11 yang intinya keluarga kita bikin berkah,” imbuhnya.

Di akhir tausyiahnya, Supangat menjelaskan hubungan antara Ruwah dan Ramadhan yaitu terjadinya perpindahan kiblat yg awalnya di Palestina ke Makkah, perintah puasa dan turunnnya ayat untuk membaca sholawat. “Perbanyaklah dzikir dari sekarang menjelang Ramadhan sehingga nanti pasa saat Ramadhan sudah terbiasa,” pungkasnya.

Tausyiah disampaikan Supangat dengan jelas dan menarik sehingga tak terasa waktu telah usai. Acara ditutup dengan do’a dipimpin langsung oleh Supangat. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.