26 Februari 2024
Pertemuan Pembina Pramuka Se-Kabupaten Bantul yang dihadiri Waka kesiswaan MTsN 2 Bantul. (dok:Tgy)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Seksi Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul mengundang para Pembina Pramuka jenjang MI, MTs dan MA dalam acara Pembinaan Gugus Kepramukaan, Kamis (9/3) di Waroeng Omah Sawah (WOS). Kepala Kankemenag Bantul, Ahmad Shidqi hadir memberikan pengarahan sekaligus membuka acara tersebut. MTsN 2 Bantul diwakili oleh Yoyok, sapaan akrab Waka Kesiswaan ini.

Sambutan sekaligus laporan panitia disampaikan oleh Kasi Dikmad Kemenag Bantul, Ahmad Musyadad. “Tujuan acara hari ini adalah untuk menggairahkan kegiatan kepramukaan di Kabupaten Bantul. Peserta yang hadir adalah seluruh pembina baik MI (41), MTs 29, MA 19. Dalam kenyataannya masih ada madrasah yang belum mempunyai pembina Pramuka. Untuk itu bagi pembina senior untuk bisa menularkan kepada yang junior,” ungkap Musyadad.

Ahmad Shidqi, dalam sambutan dan pengarahannya berharap kegiatan ini memberikan manfaat, berkah dan harapan untuk kebaikan. “Menjadi Pramuka merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena pendidikan karakter didapat dalam kepramukaan. Tentu banyak tantangan dalam di dunia kepramukaan. Nah tantangan ini harus bisa ditanggulangi dan Pramuka mampu. Nilai-nilai kebangsaan bisa dikondisikan melalui kepramukaan. Belum lagi perkembangan IPTEK maka Pramuka bisa menjawab tantangan zaman. Bisa mengarahkan anak didik kearah yg positif, menjadi anak yg berkarakter,” jelas Shidqi.

Pemateri pertama dalam acara ini adalah Sudadi, salah satu pengurus Kwarcab Kabupaten Bantul. Ia menyampaikan materi tentang Organisasi Gerakan Pramuka. “Yang mendirikan dan mempertahankan negara adalah kemenag. Resep Pramuka riang gembira menjadikan awet muda. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan terdapat dalam QS Al Hujurat ayat 11. Lebih lanjut nantinya madrasah harus siap dengan Registrasi Gudep, Pendataan peserta Pramuka dan pencetakan kartu anggota Pramuka,” ujar Sudadi.

Sedangkan pemateri kedua Kak Jumarudin yang juga pengurus Kwarcab Kabupaten Bantul menyampaikan tentang Peran Strategis Pramuka Dalam Menyongsong Indonesia Emas. “Saya akan memulai dari sejarah Pramuka yangg sejak tahun 90an mengalami penurunan terutama pada jenjang SMA atau Pramuka Penegak. Maka Pramuka hendaknya dapat menarik perhatian. Nah untuk menarik perlu pembina pelatih Pramuka yang kreatif. Apalagi pada tahun 2045 Indonesia Emas. Artinya bahwa karakter yang telah ditanamkan dalam kegiatan kepramukaan terus d jaga terus dikembangkan sehingga Indonesia tetap jaya Abadi. Untuk itu dukungan dari semua fihak baik Kemenag, Kepala Madrasah, Pembina harus selalu sinergi dalam pembinaan pada peserta didik,” pungkasnya. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.