Purwito Aji Yuwono, Guru MTsN 2 Bantul Pimpin Pertemuan MGMP. (dok: Aji)

Purwito Aji Yuwono, Guru MTsN 2 Bantul Pimpin Pertemuan MGMP. (dok: Aji)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa MTs Se-Kabupaten Bantul adakan pertemuan di MTs Hasyim Asy’ari Bantul, Selasa (14/2). Hadir dalam agenda tersebut Kepala MTs Hasyim Asy’ari, Pembimbing MGMP, pengurus dan anggota sebanyak 18 orang.

Kepala MTs Hasyim Asy’ari, Tugiman, memberikan sambutan dalam kegiatan ini. “Semoga pertemuan nanti membawa manfaat dan monggo bisa menggunakan sarana prasarana yang ada di MTs Hasyim Asy‘Ari ini untuk memperlancar jalannya pertemuan MGMP,” ujarnya.

“Untuk MGMP kalau bisa dirutinkan sebulan sekali, seperti MGMP IPA, Matematika  sampai 2 kali atau 4 kali dalam sebulan. Untuk waktunya bisa menyesuaikan. Terkait persiapan penyusunan soal UMAD deadline tanggal 15 April 2023, PAT 15 Mei 2023. Penyeragaman materi perlu agar untuk mempermudah penyusunan soal,” ungkap Pembimbing MGMP, Irfan Chalimy. “Kalau bisa aksara Jawa, sesorah  dimasukan dalam cabang aksioma antarMTs dengan pembiayaan mandiri agar siswa serius belajar. Anak butuh ilmu ketrampilan Bahasa Jawa termasuk bab busana,” imbuhnya.

Selanjutnya acara musyawarah MGMP dipimpin oleh Ketua MGMP Bahasa Jawa, Purwito Aji Yuwono. Ia menyampaikan beberapa informasi. “Pertemuan MGMP yang akan datang di MTsN 1 Bantul. Soal PTS diserahkan ke madrasah masing-masing. Soal UMAD dikoordinir MGMP Bahasa Jawa. Untuk tahun ini yang membuat soal Ibu Naning dan Ibu Dwi dengan jumlah soal 50 PG beserta kisi-kisinya,” jelasnya. “Terkait kepengurusan akan berakhir tahun 2023 ini. Usulan Pak Irfan SK diperbarui untuk 3 tahun,” tambahnya.

Lebih lanjut, Purwito menanggapi usulan materi untuk tiap kali pertemuan MGMP. “Untuk Pemetaan Materi yang disampaikan oleh anggota MGMP meliputi macapat, wayang, geguritan, busana Jawa, media interaktif cakrik omah Jawa, sesorah, pranatacara, metode pembelajaran aksara Jawa dan menghadapi kurikulum merdeka. Usulan dari Pak Irfan agar membuat rekomendasi ke Kankemenag Bantul agar tiap hari apa atau momentum apa menggunakan busana Jawa dan diadakan lomba masuk cabang aksioma, merekomendasikan lomba sesorah aksara Jawa antar MTs dengan pembiayaan mandiri. Untuk persiapan workshop  dibentuk tim inti dengan menyusun materi dan narasumber,” ucapnya. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.