23 Februari 2024
Bimtek Proktor JMD yang dihadiri oleh Proktor MTsN 2 Bantul. (dok:aaw)

Bimtek Proktor JMD yang dihadiri oleh Proktor MTsN 2 Bantul. (dok:aaw)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Kamis (23/02) bertempat di Aula 2 dan Ruang Lab MTsN 1 Yogyakarta, Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta bidang pendidikan madrasah mengadakan kegiatan bertajuk “Penguatan Operator Aplikasi Jogja Madrasah Digital” dengan mengundang 71 operator JMD dari jenjang MI, MTs, MAN Negeri di wilayah kerja Kementerian Agama Provinsi Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Kasi Guru Kanwil Kemenag Yogyakarta, Edy Purwanto, S.E., M.Pd. yang menekankan pentingnya dukungan dari seluruh madrasah negeri yang ada di Yogyakarta untuk mensukseskan program prioritas Kanwil Kemenag Yogyakarta dalam bidang pendidikan yaitu digitalisasi madrasah.

Digitalisasi madrasah adalah upaya Kemenag untuk memberikan layanan terbaik bagi peserta didik dan tentunya untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi serta mewujudkan tertib administrasi yang paperless. Menurut Edy Purwanto, penggunaan aplikasi Jogja Madrasah Digital adalah usaha Kemenag Yogyakarta untuk mewujudkan slogan “Kanwil Kemenag Yogyakarta untuk Indonesia”, di mana Yogyakarta menjadi pionir dalam menciptakan satu aplikasi pendidikan yang integratif dan komprehensif untuk mendukung digitalisasi madrasah. Dengan adanya JMD,  mewujudkan hadirnya aplikasi yang lengkap untuk memantau kegiatan guru secara menyeluruh.

Dalam kegiatan ini, operator JMD MTsN 2 Bantul, Adhitya Arie Wibowo, memperhatikan berbagai pesan yang disampaikan oleh Kasi Guru Kanwil Kemenag DIY sebagai pembuka dan pengantar bagi peserta sebelum menerima materi fitur terbaru JMD dari Rio Winanda Tanjung  selaku pengelola JMD di Kanwil Yogyakarta. Dalam kegiatan ini juga disampaikan bahwa operator JMD setiap madrasah adalah ujung tombak suksesnya digitalisasi madrasah melalui penggunaan aplikasi Jogja Madrasah Digital. Berbagai fitur dalam JMD merupakan hasil dari komunikasi tim JMD dengan operator JMD yang ada di seluruh madrasah hingga menghadirkan tampilan dan fasilitas aplikasi yang memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam pertemuan ini pengelola JMD menyampaikan ada tiga fokus yang harus disampaikan kepada setiap madrasah yaitu pentingnya posting harian setiap mengajar, presensi peserta didik melalui JMD untuk mengurangi tugas guru piket, dan kedua kegiatan tadi akan mewujudkan laporan pengajaran dengan data yang lengkap.  “Nantinya aplikasi JMD ini juga akan memberikan cloud penyimpanan untuk data administratif guru dengan kapasitas penyimpanan 1gb per guru hingga mewujudkan digitalisasi administratif guru tanpa kertas (paperless)”, ujar Rio Winanda Tanjung. (aaw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.