Kepala madrasah berikan arahan awal untuk program Adiwiyata Madrasah. (doc: en)

Kepala madrasah berikan arahan awal untuk program Adiwiyata Madrasah. (doc: en)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Madrasah Adiwiyata merupakan program pemerintah yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Tahun 2019 yaitu Tentang Gerakan Peduli dan berbudaya Lingkungan Hidup di madrasah. Makna dari Adiwiyata itu adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup.

Senin (13/2), MTsN 2 Bantul gelar persiapan madrasah Adiwiyata. Musa Surahman, kepala MTsN 2 Bantul memimpin langsung koordinasi tersebut. “Bapak ibu program ini bukan sekadar menjadikan lingkungan madrasah kita menjadi hijau, asri, bersih, indah dan nyaman saja, tetapi bagaimana madrasah berusaha memberikan pemahaman terhadap siswa dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup sehingga menjadi karakter dan kebiasaan bagi siswa pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Madrasah dalam hal ini tidak dapat melakukannya sendiri, butuh adanya dukungan dari berbagai pihak, dinas terkait, instansi terkait dan lingkungan sekitar dalam memberikan informasi dan edukasi tentang Madrasah Adiwiyata. Penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui keseharian siswa. Misalnya, siswa sadar membuang sampah pada tempatnya, menghemat air ketika wudlu, mengurangi sampah plastik dan lain-lain,” jelas Musa.

“Tingkatan madrasah adiwiyata adalah madrasah adiwiyata kabupaten, madrasah adiwiyata provinsi, madrasah adiwiyata nasional, dan yang tertinggi madrasah adiwiyata mandiri. Saat ini MTsN 2 Bantul tengah bersiap untuk maju di tingkat kabupaten, karena kita ditunjuk oleh DLH untuk menjadi salah satu madrasah adiwiyata,” imbuhnya.

Terkait madrasah adiwiyata ini, MTsN 2 Bantul mau tidak mau harus berusaha berbenah sesuai dengan standar komponen adiwiyata tingkat kabupaten. Hal yang menjadi perhatian adalah perencanaan, pelaksanaan, serta pemantapan dan evaluasi gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Madrasah (PBLHM). Koordinasi dilanjutkan dengan pembagian tugas tiap instrument pada seluruh gurudan tenaga kependidikan. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.