4 Februari 2023
Delegasi peserta pakaian adat dari MTsN 2 Bantul berfoto bersama peserta upacara HAB Kemenag. (tim: doc)

Delegasi peserta pakaian adat dari MTsN 2 Bantul berfoto bersama peserta upacara HAB Kemenag. (tim: doc)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Menindaklanjuti surat edaran Sekjen Kemenag RI no. 42 tahun 2022 tanggal 29 Desember 2022 tentang perubahan panduan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-77 tahun 2023 poin 7 tentang Penggunaan Pakaian Adat Nusantara dalam pelaksanaan HAB Kemenag RI tahun 2023, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul selenggarakan upacara HAB ke-77 Kemenag RI di lapangan Paseban Bantul dengan nuansa pakaian adat nusantara, Selasa (03/01). Sebagai apresiasi kostum yang dipakai oleh para peserta upacara, diselenggarakan juga pemilihan pakaian adat terbaik, di mana setiap satuan kerja wajib mengirimkan dua perwakilannya 1 putra dan 1 putri. MTsN 2 Bantul turut berpartisipasi dalam pemilihan ini dengan mengirimkan 2 wakilnya, Adhitya Arie Wibowo dan Yustini Arti dengan mengenakan pakaian adat Kalimantan.

Pakaian adat dari berbagai daerah semarak mewarnai meriahnya pelaksanaan upacara. Walaupun sempat diguyur hujan deras, dan dipindah tempatkan di Pendopo Parasamya Pemda Bantul, peserta upacara tetap mengikuti upacara dengan khidmat dan penuh semangat. Dalam upacara HAB ini Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih,selaku pembina upacara membacakan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia kepada seluruh ASN, PTT, GTT Kemenag Bantul dan perwakilan siswa. Pesan Menteri Agama dalam pidato Peringatan Hari Amal Bakti ke-77, “Keluarga besar Kementerian Agama harus menjadi yang terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai. ASN Kementerian Agama harus menjadi simpul kerukunan dan persaudaraan dan yakinlah bahwa kerukunan umat akan mengantarkan pada Indonesia hebat.”

Semangat moderasi yang diimplementasikan dengan menggunakan pakaian adat nusantara dalam upacara peringatan HAB ke-77 Kemenag RI, menjadi pengingat warga Kemenag Kabupaten Bantul khususnya, untuk senantiasa menjadi penggerak persatuan dan kesatuan bangsa. Menjadikan moderasi beragama sebagai jalan tengah dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pemilihan kontestan pakaian adat nusantara terbaik dilaksanakan sebelum upacara dimulai. “Semoga kami nanti bisa memberikan yang terbaik untuk Matsandaba dan bisa menjadi juaranya,” ungkap Adit. (aaw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.