4 Februari 2023
Lab komputer MTsN 2 Bantul siap untuk digunakan PAS. (Dok:Adt)

Lab komputer MTsN 2 Bantul siap untuk digunakan PAS. (Dok:Adt)

Bantul (MTsN 2 Bantul)-Tak dapat dipungkiri penggunaan teknologi dalam pembelajaran tentu ada berbagai permasalahan yang menyertainya. Hal ini di sebabkan tidak semua siswa siap secara finansial untuk mengikuti tuntutan perkembangan jaman. Tak jauh berbeda, dalam pelaksanaan PAS di MTsN 2 Bantul tahun pelajaran 2022-2023 ini juga masih ditemukan puluhan siswa yang tidak bisa menggunakan gawainya untuk mengerjakan PAS yang saat ini sudah berbasis IT, yakni dengan aplikasi Jogja Madrasah Digital.

Untuk mengatasi hal tersebut, MTsN 2 Bantul telah menyiapkan satu dari dua ruang laboratorium komputernya untuk mensuport siswa dalam pelaksanaan PAS. Para siswa yang terkendala gawainya diminta untuk masuk ke laboratorium Komputer mengerjakan PAS sesuai jadwalnya dan segera kembali ke kelas masing-masing setelah selesai mengerjakan.

Aditya Arie Wibowo, operator JMD tim PAS menyampaikan rata-rata siswa yang mengerjakan PAS di laboratorium komputer dikarenakan tidak bisa membawa gawai ke madrasah. “Para siswa ini hanya memiliki satu gawai yang dipakai bersama keluarga. Jadi tidak bisa dibawa ke madrasah. Ada juga yang karena tinggal di pondok pesantren yang tidak mengijinkan santrinya membawa gawai di pondok. Jika terkendala kuota, di madrasah ini sudah ada WiFi, meski aksesnya jadi tidak bisa secepat biasanya jika digunakan bersamaan banyak orang. Sejauh ini, Alhamdulillah lancar yang di lab siswa pun dapat mengerjakan dengan tertib,” jelas Aditya pada tim publikasi Matsandaba.

Lebih lanjut Siwi Kusrahayuni, S.Pd., ketua tim PAS menyampaikan kendala lainnya adalah pada sistem dari JMD itu sendiri. Banyak soal mapel yang tampilannya tidak sesuai dengan file pdf asli yang diunggah ke aplikasi. Misalnya seperti tanda garis bawah dan cetak miring yang di JMD menjadi hilang, sehingga panitia harus menyiapkan ralat melalui berbagai grup wa. Resikonya siswa masih harus keluar aplikasi untuk melihat ralat di wa grup. Namun sejauh ini, ia berharap siswa mengerjakan dengan jujur dan dapat memperoleh nilai yang baik. (yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.