4 Desember 2022
Asih Budiati menjadi Narasumber Workshop Model Pembelajaran di MTsN 2 Bantul. (tim doc)

Asih Budiati menjadi Narasumber Workshop Model Pembelajaran di MTsN 2 Bantul. (tim doc)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Awal bulan Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sabtu (1/10) MTsN 2 Bantul menggelar beberapa kegiatan yaitu Semaan Al Qur’an (Semangat), perayaan Hari Batik (2/10) yang diisi dengan lomba melukis motif batik, lomba Fashion Show batik dan membatik massal di kain sepanjang 20 meter serta kegiatan workshop Model Pembelajaran. Kegiatan workshop inilah yang sangat menarik khususnya bagi bapak/ibu guru karena narasumbernya adalah tim penilai angka kredit Kanwil Kemenag DIY yang tentunya banyak kesempatan untuk bertanya terkait pengajuan kenaikan pangkat. Workshop dilaksanakan di Ruang Lab. IPA MTsN 2 Bantul dengan narasumber Asih Budiati, S.Pd. M.Sc. Peserta workshop adalah seluruh guru MTsN 2 Bantul berjumlah 35 orang.

Asih Budiati, dalam pemaparannya menyampaikan materi tentang Model Pembelajaran yang nantinya bisa diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Menurut Asih, Model Pembelajaran adalah bentuk  pembelajaran yang tergambar dari awal hingga akhir yang disajikan  guru. Model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Contoh model pembelajaran yang bisa diterapkan seperti Jigsaw, NHT, Discovery Learning, Learning Cycle, dll. Asih juga menyampaikan bahwa sebetulnya para guru pasti sudah menerapkan berbagai jenis metode dan model pembelajaran yang ada hanya saja mungkin belum banyak mengajak anak untuk action.

“Inti dari model pembelajaran adalah mengajak siswa agar mau bergerak, Monggo bisa memilih mau menggunakan model apa saja yang penting siswa aktif mau bergerak,” ungkap Asih. “Tetapi jika siswa sudah mau bergerak jangan dilepas, artinya harus ada waktu misal 10 menit sebelum berakhir harus ada refleksi,” imbuhnya. Ia memberikan banyak contoh model pembelajaran yang ia kaitkan dengan pembuatan PTK. Ia mengajak para guru khususnya peserta workshop untuk menyusun PTK dengan menggunakan model pembelajaran yang ada. Menurutnya menyusun PTK itu tidak sesulit yang kita bayangkan, yang penting mau mencoba dulu.

Musa Surahman, kepala MTsN 2 Bantul di akhir pemaparan dari narasumber menyampaikan tanggapannya. “Workshop ini luar biasa bapak/ibu, banyak ilmu yang disampaikan oleh bu Asih. Besar harapan kami setelah workshop ini seluruh guru MTsN 2 Bantul dapat menerapkannya dalam pembelajaran sehari-hari pada mata pelajarannya masing-masing. Kita juga mendapatkan bonus ilmu, seperti PTK, PKB, dan DUPAK, yang sangat berharga bagi bapak/ibu guru yang mau mengajukan kenaikan pangkat. Monggo bisa ditindaklanjuti dan bisa berkonsultasi dengan bu Asih”, pungkasnya. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.