4 Desember 2022
Seminar ‘Kurikulum Merdeka’ yang dilaksanakan di ruang Auditorium kampus Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). (Tim Doc)

Seminar ‘Kurikulum Merdeka’ yang dilaksanakan di ruang Auditorium kampus Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). (Tim Doc)

Bantul (MTsN 2 Bantul) – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul mengundang kepala RA, MI, dan MTs se-Kabupaten Bantul dalam rangka pembinaan dan pengembangan guru madrasah. Kepala MTsN 2 Bantul, Musa Surahman, S.Ag mengajak Dra. Agustina untuk menghadiri agenda tersebut, Senin (26/09). Kegiatan yang acara intinya adalah seminar ‘Kurikulum Merdeka’ ini dilaksanakan di ruang Auditorium kampus Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hadir memberikan sambutan Rektor UPY, Dr.Ir. Paiman, M.P, Armansyah Prasakti, S.H, S.Pn, M.H, Ketua Yayasan UPY, dan Kakankemenag Bantul, H.Aidi Johansyah, S.Ag, M.M. Hadir pula Kasi Dikmad Kemenag Bantul, Ahmad Musyadad, S.Ag, M.Pd.I dan Wakil Rektor III UPY Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, S.Pd, M.Pd.

Rektor UPY dalam sambutannya menyampaikan selamat datang di kampus UPY, mungkin peserta yang hadir baru pertama kalinya masuk di ruang auditorium UPY. Ia menawarkan pada para peserta apabila mau menggunakan fasilitas ruangan auditorium untuk kegiatan dipersilahkan gratis. Paiman juga memaparkan program UPY dan sekaligus promosi pada audience. “Kami berharap jika putra putri bapak dan ibu ada yang ingin mendaftarkan diri jadi mahasiswa baru di kampus kami, ada 4 fakultas yang ada di UPY dengan berbagai macam prodi  yang kami tawarkan. Begitu juga apabila bapak/ibu ingin melanjutkan S2 kami siap menerima”, ujarnya.

Armansyah, selaku ketua Yayasan UPY dalam sambutannya juga menyampaikan hal yang sama. Ia menggarisbawahi apa yang sudah disampaikan oleh rektor UPY untuk memanfaatkan fasilitas yang ada. Ia juga memohon doa restu agar UPY bisa maju terus ke depannya, tidak kalah dengan perguruan tinggi yang lain. “Kami juga memberi kesempatan pada guru dari Kemenag Bantul untuk melanjutkan S2 di kampus kami bagi yang belum. Kami akan memfasilitasi apabila ada yang menghendaki keringanan biaya,” ungkapnya.

Aidi Johansyah menyampaikan apresiasinya pada 300 peserta yang sudah hadir untuk mengikuti kegiatan seminar. “Kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi para guru. Memang belum semua madrasah menerapkan kurikulum ini, baru beberapa madrasah yang ditunjuk sebagai piloting. Tahun depan akan segera dilaksanakan sehingga kita harus siap dan sukses. Persiapan adalah separuh dari kesuksesan,” pungkasnya.

Kegiatan seminar “Kurikulum Merdeka” ini dipaparkan melalui 3 sesi. Sesi pertama materi tentang Regulasi, KSOP dan Penyusunan Perencanaan Pembelajaran yang disampaikan oleh Palupi sri Wijayanti, M.Pd. Sesi kedua materi tentang Asesmen Pembelajaran dan Projek Profil Pelajar Pancasila yang dipaparkan oleh Selly Rahmawati, M.Pd dan Siska Candra Ningsih, M.Sc. Sedangkan sesi ketiga materi  disampaikan oleh Mabrur tentang Platform Merdeka Mengajar. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.