6 Juli 2022
Foto bersama KaTU madrasah dalam Pembinaan KaTU oleh Kanwil Kemenag DIY. (doc:tim)

Foto bersama KaTU madrasah dalam Pembinaan KaTU oleh Kanwil Kemenag DIY. (doc:tim)

Bantul (MTsN 2 Bantul)-Kepala Tata Usaha MTsN 2 Bantul, Siti Arifah, S.I.P., hadiri kegiatan Pembinaan Kepala Tata Usaha yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (31/5/2022) lalu di hotel Ross In Yogyakarta. Kegiatan yang menghadirkan seluruh kepala TU madrasah se-DIY ini merupakan pertemuan perdana pasca covid-19.

Sembari menunggu kegiatan tersebut dimulai, para kepala Tata Usaha terlebih dahulu mengadakan syawalan singkat serta musyawarah Pokja KaTU terkait beberapa informasi penting. Setelah itu, H. Muntholib menyampaikan opini bahwa kepala Tata Usaha harus membentuk image positif Sedari sekarang agar keberadaannya tidak diabaikan.

Dalam pembinaannya, Kabag TU Kanwil Kemenag DIY tersebut juga menyampaikan empat hal pokok. Pertama pejabat keuangan dan JFT keuangan ke depan harus mempunyai basik SE, bagi  yang belum sesuai maka akan diadakan uji kompetensi atau penyetaraan. Jika tidak terpenuhi maka Kementerian Keuangan siap untuk memenuhi JFT tersebut. Kedua, mengingatkan kembali untuk semester1 (satu) tahun 2022 penyerapan anggaran diharapkan bisa 75%. Ketiga, PTT dan GTT yang memenuhi kriteria akan diusahakan menjadi P3K. Kemudian yang keempat untuk pertemuan tingkat Kanwil (raker) akan diusahakan antara kamad dan KTU bisa duduk satu meja pada forum tersebut.”

“Alhamdulillah, senang sekali bisa mengikuti kegiatan pembinaan ini. Ada angin segar bagi GTT PTT yang memenuhi kriteria, akan diangkat menjadi P3K. Tetapi belum disampaikan kriterianya apa saja. Kemudian kegiatan ini juga bersamaan dengan kegiatan workshop menulis cerita dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul yang diikuti siswa MTsN 2 Bantul, satu tempat tetapi beda ruang, jadi bisa berangkat bersama,” ungkap Siti Arifah kepada tim humas Matsandaba. (yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.