25 September 2022

Kegiatan bedah kisi-kisi soal ASPD MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Bantul. (dok:agt)

 

Bantul (MTsN 2 Bantul)-Untuk memfasilitasi guru Bahasa Inggris SMP/MTs kabupaten Bantul dalam memahami kisi-kisi soal ASPD (Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah), MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Bantul bekerjasama dengan CV. Media Prestasi mengadakan kegiatan Bedah Kisi-kisi Soal ASPD pada hari, Sabtu 5 Maret 2022. Sebagai narasumber dalam acara ini penulis soal provinsi DIY dan juga kepala SMP Negeri 3 Ngawen Gunungkidul, Ponikem, M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan Bedah Kisi-kisi tersebut, Plt. Kabid Dinas Dikpora Bantul, Retno Yuli Astuti, M.Pd, Pengawas Bahasa Inggris SMP, Ramea Agus Purnomo, M.Pd dan Suhanda, M.Pd serta Owner CV. Media Prestasi, Agung. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jetis Bantul dengan pembagian waktu 2 sesi. Dra. Agustina Suhartati, guru Bahasa Inggris MTsN 2 Bantul yang ikut dalam kegiatan tersebut hadir pada sesi pertama beserta dengan 56 peserta lainnya dari SMP/Mts se-kabupaten Bantul dari pukul 08.00 – 11.30 WIB.

Joko Sulistya, M.Pd, M.Hum, ketua MGMP Bahasa Inggris SMP dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal ASPD tahun 2022, tepatnya di bulan Mei nanti. Dalam forum ini bapak/ibu guru bisa share knowledge dan share skill. Joko berharap peserta bisa enjoy dalam mengikuti kegiatan ini dan semoga nantinya bermanfaat untuk para siswa.

Retno Yuliastuti mewakili Kepala Dinas Dikpora Bantul dalam sambutan singkatnya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Ponikem selaku narasumber dan apresiasi kepada bapak/ibu guru Bahasa Inggris, sebagai salah mapel yang diujikan dalam ASPD yang sudah berjuang, bekerja ekstra dibandingkan mata pelajaran yang lain, mencari terobosan-terobosan untuk suksesnya ASPD. Mungkin sekarang belum terlihat hasilnya tetapi kelak hasilnya akan dipetik, dinikmati oleh masyarakat.P

Ponikem di awal pemaparannya menyampaikan “Education is not the learning of the fact, but the training of the mind to think”. Intinya adalah bahwa pendidikan itu melatih, mengajak orang lain untuk berfikir. Pada saat bapak/ibu guru mengajar ajaklah siswa untuk berfikir, caranya dengan mengaitkan materi yang disampaikan dengan dunia nyata. Selanjutnya narasumber menjelaskan Proyeksi Kisi ASPD 2022 dan soal HOTS-4C-Literacy-Numeracy yang diuraikan dengan cukup jelas. Pesan terakhir yang disampaikannya adalah dalam menyampaikan soal kepada siswa, kelompokkan soal-soal L 1, L 2, L3. Jangan langsung memberikan soal dalam berbagai level jadi satu, siswa disuruh mengerjakan, pasti siswa akan bingung cara berfikirnya sehingga hasil akhirnya tidak akan maksimal.

Agustina yang ikut dalam kegiatan ini sangat puas dengan pencerahan dari narasumber. Tetapi menurutnya setiap kali mengikuti kegiatan seperti itu dia merasakan bahwa dirinya menjadi semakin bodoh sehingga dirinya masih harus belajar dan belajar terus. Satu pesan dari narasumber yang akan selalu dia ingat, “We have to learn, relearn and unlearn”. Harapannya semoga ke depannya dia bisa menjadi guru yang lebih baik lagi, banyak ilmu sehingga bisa menjadi guru yang bijaksana yang tidak pernah menyalahkan muridnya. (Agt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.