17 Mei 2022
Dua siswa MTsN 2 Bantul Raih Juara 2 dalam Pertandingan Terbatas Pencak Silat Menuju POPDA 2022
Flyer ucapan kejuaraan pencak silat dua siswa MTsN 2 Bantul (dok:yis)

Bantul (MTsN 2 Bantul)-Dua siswa MTsN 2 Bantul berhasil meraih Juara 2 dalam pertandingan Seleksi Terbatas Pencak Silat Menuju POPDA 2022. Kedua siswa tersebut yakni Naufal Zaqi Santosa untuk kategori kelas tanding A putra dan Tiara Nur’aini untuk kategori kelas tanding H putri. Kedua siswa tersebut saat ini merupakan siswa kelas IX MTsN 2 Bantul. Dalam pertandingan tersebut, Naufal Zaki Santosa unggul bertanding melawan siswa SMPN 2 Bantul di kelas A Putra (A Pa), sementara Tiara Nur’aini unggul bertanding melawan siswa SMA N 1 Pundong di kelas H Putri (H Pi).

Pertandingan Seleksi Terbatas Pencak Silat Menuju POPDA 2022 ini terselenggara atas kerjasama Pengkab IPSI Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, dalam rangka Pembentukan Tim Pencak Silat Pelajar Kabupaten Bantul yang akan dipersiapkan dalam POPDA tahun 2022. Pertandingan diselenggarakan pada Sabtu-Minggu, 16-17 Oktober 2021 bertempat di GOR Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul tepat pukul 08.00 hingga selesai.

Dua siswa MTsN 2 Bantul Raih Juara 2 dalam Pertandingan Terbatas Pencak Silat Menuju POPDA 2022

Pertandingan tersebut diikuti kurang lebih 88 peserta putra putri untuk seluruh kategori. Semua peserta ini yang berasal dari berbagai perguruan pencak silat dengan persyaratan utama adalah merupakan pelajar Kabupaten Bantul dengan usia maksimal kelahiran tahun 2004. Adapun persyaratan lainnya adalah mengisi formulis, mengumpulkan akta kelahiran, membayar uang pendaftaran, dan menyertakan surat keterangan sehat.

Kasie Olahraga Dikpora Kabupaten Bantul, Sri Harjianto, S,Pd, selaku penanggung jawab pertandingan ini menekankan bahwa kondisi Pandemi yang masih saja mengalami fluktuasi jumlah kasusnya, ditambah lagi sekolah yang belum memulai PTMT memaksa panitia harus mempertimbangkan dengan seksama bentuk seleksi yang akan diterapkan. Beberapa pertimbangan antara lain prokes yang ketat agar tidak menjadi claster baru, kevakuman latihan hampir satu setengah tahun hampir merata semua perguruan dan pusat latihan, perijinan yang membatasi mobilitas dan kerumunan massa dan lain sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan panitia segera membuat buku panduan lengkap pertandingan. Dengan upaya ini, mereka berharap dapat mempertahankan kejuaraan di POPDA 2O22 nantinya. (yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.